Sabtu, 30 Agustus 2014

HUT RI - 69


DALAM RANGKA PERINGATAN HUT R1 KE 69, KARANG TARUNA RW 10 MEMPERSEMBAHKAN ACARA " MALAM GEBYAR KREASI SENI BANYUBIRU 2014 " 





LOMBA MAKAN TERBANYAK DALAM WAKTU 5 MENIT
MAMAAAAAMMM YUUUUUKKK......





MERDEKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA...............!!!













 MASTER OF CEREMONI/MC SEDANG ACTION MEMANDU ACARA
( PUTRI BAPAK TAUFIK & BAPAK FIRMAN ) 






KETUA PANITIA PELAKSANA MEMBERIKAN SAMBUTAN
( PUTRA BAPAK KETUA RT 2 )







INDONESIAAAAAAA.....TANAH AIRKUUUUUU.......!






MELANTUNKAN AYAT SUCI AL QURAN
( PUTRA BAPAK Rd. AJINUROCHMAN )






 HAFIZ AL QURAN
( PUTRA BAPAK USTADZ H. SIHABUL BADRI )






KETUA RW 10 & PARA TAMU UNDANGAN






PERSEMBAHAN GITAR AKUSTIK
( PUTRA BAPAK H. SUSILOHADI & IBU LENI )






LENGGAK LENGGOK DI ATAS CATWALK
( PUTRI BAPAK SUSILOHADI & IBU LENI )







LAKI-LAKI JUGA GAK MAU KALAH DOOONNGGG......YEESSSS...!!!







LENGGAK LENGGOK DI ATAS CATWALK
( PUTRI BAPAK FARID ABDULLAH & IBU VISI )




teungteuingeun naon kalepatan abdi..teungteuingeun........!








bungaaakkuuuuuuuuu....daaahliaaaaaaaaa......!
( PUTRI DARI IBU APONG/BAPAKTARYONO )








ANIMO WARGA RW 10








DILANDASI SEMANGAT 45 
DUDUK DIBATANG POHON PUN TIDAK JADI SOAL.....MERDEKAAA.....!!!







TEAM BUSER PUN SIAP SIAGA MENGAMANKAN ACARA








SEKELUMIT KATA DARI PRIBADOS

MAKNA HUT KEMERDEKAAN RI KE 69  
    
Setelah tanggal 17 Agustus biasanya kita lupa kembali akan semangat nasionalisme Seolah lenyap begitu saja diterbangkan angin. Bahkan pekik merdeka yang beberapa hari lalu masih terasa getarnya, mungkin sekarang hanya terasa kosong penuh hampa. Semuanya kembali menuju aktivitas rutin masing-masing, yang korupsi kembali korupsi, yang miskin tetap seret mencari makan, dan yang menengah tak ambil pusing dengan semuanya. Gambaran rutinitas seperti itulah yang selama hampir 69 tahun kebelakang terjadi.
Kemerdekaan mengalami beraneka ragam makna, tapi hanya sedikit sekali yang benar-benar merenung kan arti kemerdekaan yang sejati. Betapa para pejuang yang terdahulu begitu gigih mengupayakan kemerdekaan, merelakan segenap harta dan nyawa merebut kemerdekaan meskipun mereka sadar bahwa mereka toh akhirnya tidak dapat ikut menikmatinya.
Sebenarnya apa yang ada dipikiran mereka saat itu? Entahlah, kami pun juga tak bisa menebaknya. Hanya bisa menduga bahwa mungkin mereka beranggapan, biarlah mereka menderita dan mengecap pahitnya dijajah asal anak cucu mereka tak tak ikut mengalaminya, biarlah anak cucu mereka hidup damai dalam merdeka, terserah mau mereka apakan kemerdekaan yang telah berhasil direbut ini.
Meski bagitu, mungkin mereka juga akan menangis setelah melihat saat ini, wujud kemerdekaan yang telah mereka upayakan tak seperti yang diharapkan. Korupsi yang membudaya, menjadi bangsa yang kaya tapi tetap menjadi budak di negeri sendiri, kemiskinan moral dan materi semakin tak terperi, adalah beberapa potret negeri kita yang belum teratasi. Mungkin saat ini kita tidak teringat dulu kakek-kakek kita pernah sama-sama tidak makan, sama-sama menderita, berjuang untuk kemerdekaan ini.
Lantas darimana kita akan dapat menyelaraskan arti kemerdekaan bila kita tak punya rasa kebersamaan yang diwariskan oleh beliau-beliau tadi? Bahkan untuk sekedar ikut membantu dana penyelenggaraan peringatan kemerdekaan pun ada yang masih berat hati meskipun sebenarnya kita mampu, inikah arti kemerdekaan yang akan kita wariskan kembali?
Malam menjelang tanggal 17 biasanya diadakan acara malam perenungan kemerdekaan, tapi sayang banyak yang telah mengalami pergeseran makna. Ada yang menganggapnya menjadi malam senang-senang penuh kegembiraan, ada yang menjadikannya sebagai malam reuni antar individu yanng sangat susah terkumpul di kota-kota besar, bahkan ada pula yang menganggapnya sekedar formalitas acara belaka. Betapa memprihatinkan. ( tos ahhh...lieuuuuurrrrrr....)


Senin, 25 Agustus 2014

PENINJAUAN DAN SOSIALISASI URBAN FARMING DI PERTEMUAN TP PKK RW 10 BANYUBIRU
































PESONA MANCING BANYUBIRU 2014 DALAM RANGKA MENYAMBUT HUT RI KE 69











kami sebagai warga negara yang baik mengambil inisiatif untuk ikut berperan serta dalam rangka memeriahkan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Diantaranya mengisi kegiatan tersebut dengan berbagai acara yang sifatnya mendidik dan menghibur, mancing bersama diantaranya, yang Alhamdulillah animo masyarakat RW 10 Banyubiru sangat memuaskan. Mereka berbondong bondong menghadiri acara yang di selenggarakan oleh Panitia HUT RI ke 69 RW 10 Banyubiru.
Dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan warga RW 10 yang hadir bahu membahu berjuang secara sportif bagaimana caranya memperoleh ikan di kolam. Kegiatan memancing bersama yang di selenggarakan pada hari Minggu tanggal 24 Agustus 2014 diberi nama PESONA MANCING BANYUBIRU 2014 bertema “ DENGAN SEMANGAT 45 KITA JALIN RASA KEKELUARGAAN DAN GOTONGROYONG “. Tidak ketinggalan pula ada sebagian warga RW 10 yang secara spontan dan sukarela menyisihkan sebagian rizkinya memberikan doorprize untuk para peserta memancing. Kami selaku Panitia HUT RI ke 69 RW 10 Banyubiru memanjatkan puji syukur ke Hadirat Allah SWT bahwasanya acara Pesona Mancing Banyubiru telah terlaksana dengan baik dan mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Mudah-mudahan acara yang telah kami selenggarakan dapat berkelanjutan dengan situasi dan kondisi yang lebih baik.